Oleh: Deti Rismayanti

Malu bertanya
sesat di jalan.
Peribahasa di atas telah mendarah daging dalam diriku,
seperti mantra yang telah membelenggu laksana
kutukan, dan aku pun mempercayainya
dengan sepenuh keyakinan.
Alhasil, jadilah aku si bawel yang cerewet
dan ketika penasaran tentang suatu hal, aku tidak akan berhenti bertanya sampai
aku mendapat jawaban yang memuaskan. Akibatnya banyak yang
menjauhi aku karena sering kewalahan menanggapi
pertanyaan yang seperti tak ada habisnya. Tentang apa pun
itu. Sehingga jadilah aku seorang yang menyebalkan.
Dan ketika itu terjadi pun aku langsung
direcoki pertanyaan yang berasal dari dalam diriku sendiri, tentang kenapa
harus kesal jika bertemu orang yang banyak bertanya? Kalau tahu ya jawab, kalau enggak ya udah tinggal suruh nanya ke yang lain aja.
Akhirnya aku pun bertemu dia yang nggak
pernah kesal dikepoin. Dia dan teman-temannya selalu tersenyum menyambut siapa pun
yang bertanya, lalu memberikan jawaban sebisa mereka. Dan yang membuat aku sangat menyukainya
adalah karena dia tak pernah menolak kapan pun ditanyai, mau
itu tengah malam, pagi buta, saat terik maupun hujan
lebat, dia selalu tersenyum dan memberikan
jawaban terbaiknya. Jawaban yang diberikannya selalu terperinci dan sistematis.
Dengan sifatnya yang demikian, apa berlebihan jika aku katakan dia adalah
sesuatu yang amat sangat layak dijadikan sahabat yang setia?
Tapi
sehebat dan sedahsyat apa pun dia, dia tetap memberiku kendala. Karena butuh
pengorbanan dan perjuangan untuk menemuinya apalagi jika ingin memiliknya. Penasaran
kan dia seperti apa?
Baiklah,
karena aku baik hati, rajin belajar dan suka menabung, aku kasih tahu. Dia yang
aku maksud itu adalah...
...
Apa ya....
...
Oke,
jangan terkejut ya...! Jadi, dia yang aku maksud itu adalah...
BUKU.
Dan kendala
yang sempat aku singgung di atas itu sekarang sudah ditaklukkan oleh
Kakak-kakak relawan Lapak Baca. Tepuk tangan untuk Kakak-kakak relawan...! Kasih
peluk atau cium juga boleh.... Hehe.... Tapi mesti ijin dulu ya sama
Kakak-kakaknya...!
Lalu
apa saja kendala yang sudah ditaklukkan Kakak-kakak relawan Lapak Baca itu?
Beberapa
di antaranya yaitu, dengan; menyediakan buku-buku untuk dibaca secara gratis di
lapak baca, memfasilitasi Adik-adik dan teman-teman yang mau belajar,
menghadirkan dongeng-dongeng inspiratif dan menarik, dsb.
Dan untuk
adik-adik atau teman-teman yang rumahnya jauh dari Alun-alun Cianjur jangan
sedih ya, karena Lapak Baca memiliki program roadshow goes to kampung dengan keliling kampung dalam rangka
sosialisasi dan realisasi rencana program Kampung Membaca; Satu Kampung Satu
Rumah baca.
Banyak
hal menarik yang bisa adik-adik dan teman-teman nikmati di Lapak Baca setiap
minggunya. Lokasinya yang berada di dalam Taman Kota, tentu saja menyuguhkan
pemandangan yang memanjakan mata, dan waktunya yang dimulai dari Pukul 8.00 s.d
11.00 membuat para pengunjung Lapak Baca menyantap lahap buku-buku bacaan
dengan suasana dan kondisi otak yang masih segar.
Aku sangat
bersyukur bisa tergabung sebagai relawan dalam kegiatan yang positif ini.
Selain bertemu Kakak-kakak relawan yang inspiratif, setiap Minggu aku punya
teman baru, bahkan aku sempat bertemu beberapa teman atau kenalan lama yang amat
sangat sulit jika menyengaja untuk bersilaturahmi, namun dengan rencana Allah di
Lapak Baca kami bertemu begitu saja tanpa janjian atau semacamnya. Mengesankan,
bukan?
Jadi
tunggu apa lagi? Ayo ke Lapak Baca dan temukan kesanmu!
Salam
literasi!